Sosialisasi Literasi Keamanan Informasi di Kota Pekalongan: Langkah Konkret Menuju Pemerintahan Digital yang Aman

By Admin in Berita Keamanan Siber

Berita Keamanan Siber
Kota Pekalongan – Di era digital yang semakin maju, ancaman keamanan siber menjadi tantangan serius yang memerlukan perhatian semua pihak. Menanggapi tantangan tersebut, Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) menyelenggarakan Sosialisasi Literasi Keamanan Informasi di Ruang Buketan Setda Kota Pekalongan, Senin (9/12/2024). Acara ini mengangkat tema “Mewujudkan Pemerintahan Digital yang Aman dan Terpercaya”.  

Fokus pada Kesadaran dan Perlindungan Data  


Dalam sambutannya, Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid, menegaskan pentingnya perlindungan data pribadi di tengah maraknya kejahatan siber. “Data pribadi telah menjadi salah satu aset paling berharga. Peningkatan kesadaran akan pentingnya perlindungan data sangat mendesak untuk mencegah penyalahgunaan dan kebocoran informasi,” ujar Wali Kota yang akrab disapa Mas Aaf.  

Beliau juga menyoroti tantangan keamanan informasi di tingkat pemerintahan. “Bahkan di tingkat kementerian, sistem mereka sudah dapat diretas, apalagi di tingkat pemerintah daerah. Maka, kami sangat mendukung kegiatan seperti ini untuk memperkuat literasi keamanan informasi,” imbuhnya.  

Mas Aaf menekankan bahwa selain infrastruktur yang aman, edukasi publik juga harus ditingkatkan agar masyarakat tidak menjadi korban kejahatan seperti penyalahgunaan data untuk pinjaman online atau judi daring.  

Materi Penting dan Narasumber Kompeten  


Kegiatan ini menghadirkan empat materi penting yang disampaikan oleh narasumber ahli: 
1. Resume Keamanan SPBE 2024, disampaikan oleh Meidy Prasetyo Utomo, S.Kom, Kepala Seksi Persandian dan Keamanan Informasi Dinkominfo Kota Pekalongan. 
2. Layanan Sertifikat Elektronik, disampaikan oleh Sdr. Candra Agustian Pradana, S.Kom, Sandiman Ahli Muda Dinkominfo Kota Pekalongan. 
3. Literasi Keamanan Informasi bagi ASN, disampaikan oleh Ichwan Kurniawan, M.Kom dari Institut Widya Pratama Pekalongan. 
4. Manajemen Pengetahuan SPBE, disampaikan oleh Dr. Prajna Deshanta Ibnugraha, S.T., M.T. dari Universitas Telkom.  

Keempat materi tersebut membahas langkah-langkah strategis untuk melindungi data, mengenali ancaman digital, dan mengimplementasikan sistem keamanan informasi yang efektif.  

Ancaman Siber dan Upaya Pencegahannya  


Di tahun 2024, ancaman siber seperti ransomware, phishing, dan manipulasi data berbasis teknologi deepfake terus meningkat. Melalui sosialisasi ini, Pemerintah Kota Pekalongan bertujuan untuk meningkatkan literasi keamanan informasi di kalangan ASN, sehingga mereka dapat menjadi pelopor dalam membangun budaya sadar keamanan digital.  

Menuju Kota Digital yang Aman  


Kepala Bidang Aplikasi dan Persandian Dinkominfo Kota Pekalongan, Dr. Kusuma Adi Achmad, S.E., M.T., menjelaskan, sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman terkait langkah-langkah yang harus dilakukan dalam rangka menjamin keamanan informasi baik aplikasi, infrastruktur maupun data publik masyarakat. 

Terkait keamanan data publik masyarakat, memang pemilik proses bisnis yang mengelola data diharuskan ptauh terhadap regulasi maupun standarisasi yang ada. "Termasuk dalam hal ini, semua peraturan terkait keamanan informasi dari Pemerintah Pusat dan penerapan manajemen keamanan informasi menggunakan standar internasional yakni ISO/IEC 27001:2022"tutur pria yang akrab disapa Kadia tersebut.

Kadia mengaku bersyukur, Dinkominfo Kota Pekalongan telah berhasil mendapatkan sertifikasi ISO/IEC 27001:2022 untuk layanan aplikasi dan infrastruktur TIK di Dinkominfo Kota Pekalongan. Harapannya, layanan aplikasi, infrastruktur TI maupun data yang dikelola oleh Pemkot Pekalongan bisa lebih aman.
Back to Posts